Rabu, 17 Agustus 2011

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP KEJADIAN DIARE BALITA

 RINGKASAN
Pungki

Pemukiman merupakan bagian dari lingkungan yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan tempat kegiatan yang bisa mendukung kelangsungan hidup masyarakat. Menciptakan lingkungan pemukiman yang bersih dan sehat diperlukan faktor-faktor yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan yang harus menapatkan perhatian khusus agar tidak menjadi penyebab timbulnya berbagai macam penyakit seperti Diare. Faktor lingkungan seperti penyediaan air bersih, tempat pembuangan tinja, tempat pembuangan sampah dan tempat pengolahan makanan bisa menjadi faktor yang mengakibatkan penyakit diare. Selain itu karakteristik ibu yang meliputi umur,pendidikan dan pengetahuan serta perilaku ibu yang meliputi pengetahuan,sikap dan tindakan juga mempengaruhi penyebaran penyakit diare.

Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang faktor lingkungan, karakteristik dan perilaku ibu yang berhubungan dengan penyakit diare pada balita di pemukiman RT 010 RW 02 Kelurahan Cipinang Cempedak Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur.

Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain Cross Sectional Study yaitu study observasional yang menggambarkan tentang faktor lingkungan karakteristik dan perilaku ibu yang berhubungan dengan penyakit diare pada balita di pemukiman RT 010 RW 02 kel. Cipinang Cempedak Kec.Jatinegara Jakarta Timur. Ruang lingkup penelitian ini meliputi variable terikat dan variable bebas. Variable terikat yaitu penyakit diare. Variable bebas teriri dari faktor lingkungan,karakteristik dan perilaku ibu. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita yaitu sebanyak 47 ibu, sedangkan sampel penelitian adalah total populasi.

Dari hasil penelitian univariat diketahui bahwa, dari 47 balita ternyata yang menderita diare 25 balita. Penyediaan air bersih 68 % tidak memenuhi syarat, tempat pembuangan tinja 85,1% tidak memenuhi syarat, tempat pembuangan sampah 80,8% tidak memenuhi syarat, tempat pengolahan makanan 80,8% tidak memenuhi syarat. Umur ibu muda 63,8%, pendidikan tinggi 59,6 %, pendapatan rendah 74,5%. Pengetahuan baik 59,6%, tidak setuju 51,1%, tindakan baik 57,4%. Sedangkan hasil bivariat yang berhubungan dengan penyakit diare pada balita adalah penyediaan air bersih (p value 0,00), tempat pembuangan tinja (p value 0,05), tempat pembuangan sampah (p value 0,01), tempat pengolahan makanan (p value 0,05), umur ibu (p value 0,03), pendapatan ibu (p value 0,01), dan tindakan ibu (p value 0,05). Sedangkan hasil yang tidak berhubungan adalah pendidikan ibu (p value 0,07), pengetahuan ibu (p value 0,07) dan sikap ibu (p value 0,06).

Kesimpulan yang diperoleh penulis setelah melakukan penelitian adalah dari faktor lingkungan, karakteristik dan perilaku ibu yang berkaitan dengan penyakit diare adalah faktor lingkungan dilihat dari kondisi penyediaan air bersih yang tidak memenuhi syarat, tempat pembuangan tinja yang masih terlihat kotor dan system pembuangan tidak lancar, tempat pembuangan sampah yang hanya dilapisi kantung plastik, tempat pengolahan makanan yang masih terlihat kotor dan sangat kurang pencahayaan. Perilaku warga yang kurang memperhatikan kesehatan dan kebersihan lingkungan menyebabkan balita mudah terserang penyakit diare.



Kepustakaan                        : 18 ( 1990 – 2011)
Klasifikasi                  : Standar Penanggulangan Penyakit Diare : 7
                                      PAB              : 1
                                      Statistik        : 2
                                      Umum          : 7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar