Senin, 22 Juni 2015

KISI-KISI UAS EPIDEMIOLOGI SEMESTER GENAP 2015

I. UNTUK TINGKAT I
Jenis soal untuk teori adalah essay (jumlah  4-5 soal),
Jenis soal praktik adalah berupa studi kasus dengan menghitung menggunakan ukuran epidemiologi (Jumlah 2-3 soal)

MATERI  
1. Riwayat alamiah penyakit ( masa tunas, masa inkubasi, fase pre phatogenesis, fase phatogenesis, pencegahan primer dan sekunder)
2. Standardisasi ( tujuan dan jenis)
3. Ukuran Epidemiologi ( IMR, CFR, CDR, ASDR, SMR)

II. UNTUK TINGKAT II
Jenis soal untuk teori adalah essay (jumlah 4 - 5 soal)
Jenis soal praktik adalah menjawab suatu rancangan surveilans yang telah ditentukan dengan jawab menggunakan tabel terstruktur

MATERI
1. Pengertian surveilans epidemiologi secara lengkap
2. Tujuan Surveilans epidemiologi
3. Kegunaan Surveilans epidemiologi
4. Penyelenggaraan surveilans berdasarkan kepmenkes 1116/2003
5. Jenis-jenis surveilans epidemiologi
6. Aktifitas pengumpulan data
7.Kegiatan surveilans epidemiologi
8. Proposal Surveilans Epidemiologi ( Khusus untuk UAS Praktik)

UNTUK DIKETAHUI BAHWA KISI-KISI TERSEBUT KHUSUS HANYA UNTUK SOAL YANG DIBUAT OLEH BAPAK MOH. ICHSAN S, M.Epid.
   

Senin, 09 Maret 2015

KISI-KISI UJIAN AKHIR SEMESTER, ETIKA PROFESI SANITARIAN, SEMESTER GENAP, TAHUN 2014-2015



1.    Manusia sebagai makhluk Tuhan
2.    Manusia sebagai makluk sosial
3.    Pengertian dari sanitarian, kesehatan lingkungan, profesi , kode etik, etika,moral dan standar profesi
4.    Hukum (perundang-undangan)
5.    Peran, Fungsi, dankompetensi Sanitarian dan kewajiban sanitarian
6.    Keanggotaan dalam organisasi HAKLI dan ciri-ciri profesi sanitarian
Bentuk soal essay
Jumlah soal 8 (delapan)
Waktu : 100 menit  dan jadwal disesuaikan dengan ketentuan akademik.

Minggu, 23 November 2014

Ebola

Akhir-akhir ini penyakit ebola menjadi berita yang menaruh perhatian dari masyarakat karena secara epidemiologis penyakit tersebut derajat keparahannya atau tingkat kematian (CFR) sangat tinggi dimana banyak penderita yang tidak tertolong dan meninggal dunia. Dalam kondisi KLB seperti ini lembaga yang berkepentingan dalam pengendalian penyakit menular telah melakukan surveilans epidemiologi sehingga dapat diketahui secara cepat tentang siapa saja (jenis kelamin, umur, kebangsaan, masyarakat atau petugas kesehatan), dimana saja (negara) , dan kapan terjadinya (tanggal, bulan, tahun) terjadinya penyakit tersebut.
Sebagai gambaran berdasarkan informasi dari :
JAKARTA, KOMPAS.com - Wabah ebola yang telah merengut ribuan nyawa manusia membuat banyak orang takut dan panik. Organisasi kemanusiaan medis internasional yang independen, Medecins Sans Frontieres (MSF) atau Dokter Lintas Batas memaparkan, per tanggal 7 November 2014 dilaporkan hampir 14.000 kasus Ebola di Afrika Barat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5000 orang meninggal dunia. Artinya CFR = 35,714%.

Sebenarnya apa itu penyakit Ebola?  
Penyakit virus ebola (EVD) atau demam berdarah Ebola (EHF) adalah penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus Ebola. Gejalanya biasanya dimulai dua hari hingga tiga minggu setelah terjangkit virus, dengan adanya demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan sakit kepala. Biasanya diikuti dengan mual, muntah, dan diare, serta menurunnya fungsi liver dan ginjal. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_virus_Ebola)

 Gambar : reaksi cepat penanganan Ebola:
Sumber gambar :https://www.google.com/search?hl=id&site=imghp&tbm=isch&source

Rabu, 18 Juni 2014

KISI-KISI UAS JURUSAN KESLING

1. EPIDEMIOLOGI
    - Teori :
               - Pengertian, tujuan dan manfaat analisis data epidemiologi
               - Maksud dan kegunaan interpretasi data epidemiologi
               - Proses/cara pembuatan peta epidemiologi
               - Tujuan pemetaan secara epidemiologi
               - Permasalahan dalam melakukan pemetaan secara epidemiologi
               - Jenis pemetaan kasus/penderita/lingkungan secara epidemiologi
   - Praktikum
               - Melakukan identifikasi masalah, penyakit dan lingkungan
               - Membuat peta kasus dan lingkungan dari hasil identifikasi masalah

2. PVBP B
    - Metode Pengendalian Kecoa
    - Faktor pengaruh pengendalian kecoa
    - Faktor berpengaruh terhadap kecoa
    - Keuntungan dan kelemahan pengendalian kecoa
    - Metode pengendalian hama gudang 
    - Faktor berpengaruh terhadap hama gudang
    - Jenis hama gudang

Kamis, 10 April 2014

MATERI UTS EPIDLING -B DAN PVBP-B 2013/2014

Materi ini hanya untuk : 
A. Sesi surveilans epidemiologi pada mata ajar Epidemiologi Lingkungan B
B. Metode pengendalian vektor dan pengendalian vektor DBD pada mata ajar PVBP-B

 
A. Surveilans Epidemiologi
a. Pengertian Surveilans dari beberapa epidemiolog
b. Penjelasan dari kata sistematik, terus menerus, pengumpulan data, pengolahan, analisis, interpretasi dan diseminasi informasi data epidemiologi,
c. Tujuan surveilans epidemiologi
d. Penjelasan dari masing-masing item dari tujuan surveilans epidemiologi
    - Prediksi KLB (epidemik)
    - Memonitor trend penyakit
    - Evaluasi intervensi
e. Jenis surveilans berdasarkan penyelenggaraannya (aktif dan pasif)

Catatan : ujian praktikum tentang sistem pencatatan dan pelaporan epidemiologi ditiadakan.


B. PVBP-B
1. Metode pengendalian vektor
a. Macam-macam metode pengendalian vektor penyakit (biologi, manajemen lingkungan, kimia,dst)
b. Model pendekatan dalam pengendalian vektor (teknis, administrasi dan sosial)
b.Tujuan pengendalian vektor dan penjelasan dari masing-masing tujuan

2. DBD
a. Fogging focus (waktu pelaksanaan, luas area, suhu udara, faktor yang mempengaruhi efektifitas keberhasilannya,)
b. PSN Plus dan strategi pelaksanaannya serta penjelasannya
c. Perilaku Aedes aegypty

PERSIAPAN DIRI + PERCAYA DIRI - Nyontek = SUKSES



Senin, 23 September 2013

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN (RPP) SANITASI RUMAH SAKIT

FORMAT RANCANGAN TUGAS

Nama Mata Kuliah          : Sanitasi Rumah Sakit                      sks       : 1
Program Studi                 : D III/D IV Kesehatan Lingkungan   Pertemuan ke: 7 & 8 
Jurusan                             : Kesehatan Lingkungan                                                                               

A.TUJUAN TUGAS:
a.      Menjelaskan pengertian  pengendalian serangga, tikus dan binatang pengganggu di Rumah sakit
b.      Menjelaskan Jenis-jenis serangga, tikus dan binatang pengganggu yang biasa berada di Rumah Sakit.
c.       Menjelaskan cara pengendalian (penanggulangan dan pencegahan) serangga, tikus dan binatang pengganggu
B. URAIAN TUGAS:
      a. Obyek Garapan      :
1.      Pengertian pengendalian serangga , tikus dan binatang pengganggu di Rumah Sakit
2.      Jenis-jenis serangga, tikus dan binatang pengganggu yang biasa berada di Rumah Sakit.
3.      Cara pengendalian (pencegahan dan penanggulangan) terhadap jenis serangga, tikus dan binatang pengganggu yang berada di rumah sakit.
                       
      b. Metode/Cara Pengerjaan (acuan cara pengerjaan):
Menjawab persoalan apa yang dimaksud dengan serangga, tikus dan binatang pengganggu dan tata cara pengendaliannya.
-          Setiap individu akan mendapatkan tugas dengan persoalan yang sama.
-          Mahasiswa dibagi dalam kelompok – kelompok sesuai dengan ketetapan bersama.
-          Berkumpul pada kelompok dengan persoalan sama
-          Mengajarkan hasil pembahasan persoalan pada anggota kelompok lain hingga kelompok lain dapat memahaminya
-          Setiap kelompok membuat bahan presentasi
-          Menyajikan bahan presentasi di depan kelas

      c. Deskripsi Luaran tugas yang dihasilkan:
Setiap kelompok membuat rangkuman akhir dari  objek garapan, minimal 4 lembar dan maksimal 5 lembar. Diketik dengan  komputer dengan font: Arial (12) dengan spasi 1.5. Kemudian dibagikan kepada setiap mahasiswa dan satu exp diserahkan kepada dosen pengampu

C.KRITERIA PENILAIAN
1.      Ketepatan penjelasan
2.      Daya Tarik Komunikasi



LEMBAR KERJA  : RANGKUMAN HASIL PENELUSURAN

Petunjuk Pelaksanaan

1.      Menelusuri kepustakaan yang berkaitan dengan :
a.      Pengertian pengendalian serangga, tikus dan binatang pengganggu di Rumah Sakit
b.      Jenis-jenis serangga, tikus dan binatang pengganggu yang biasa berada di Rumah Sakit.
c.       Cara pengendalian (pencegahan dan penanggulangan) terhadap jenis serangga, tikus dan binatang pengganggu yang berada di rumah sakit.

2.      Setiap individu membuat rangkuman dari hasil penelusuran kepustakaan tersebut.
3.      Hasil rangkuman didiskusikan dengan teman satu kelompok dengan topik yang sama
4.      Hasil diskusi kelompok dibuat untuk bahan presentasi dalam bentuk power point
5.      Setiap kelompok melakukan presentasi
6.      Rangkuman bisa dilengkapi dengan gambar-gambar atau skema untuk mempermudah pemahaman terhadap bahasan dimaksud.

Rangkuman dari bahasan tersebut diatas ditulis dalam satu tulisan, minimal 4 lembar dan maksimal 5 lembar. Diketik dengan  komputer dengan font: Arial (11) atau Calibri (12) atau Times New Roman (12), dengan spasi 1.5 yang harus diserahkan pada pertemuan sesuai dengan topik yang dibahas.

Senin, 16 September 2013

RUMAH SAKIT

 1.    Pengertian Rumah Sakit
Dalam Kepmenkes RI No: 1204/Menkes/SK/X/2004Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, bahwa: Rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat, atau dapat menjadi tempat penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No 340/Menkes/PER/III/2010 Tentang Klasifikasi Rumah Sakit, bahwa :

Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat.” Dan pengertian “Rumah Sakit umum adalah Rumah Sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit.

Menurut Darmadi (2008 : 1) menjelaskan bahwa Rumah Sakit merupakan unit pelayanan medis yang sangat kompleks.  Kompleksitasnya tidak hanya dari segi jenis dan macam penyakit yang harus memperoleh perhatian dari para dokter (medical provider) untuk menegakan diagnostik dan menentukan terapinya (upaya kuratif), namun juga adanya berbagai macam peralatan medis dari yang sederhana hingga yang modern dan canggih. Hal lain yang merupakan kompleksitas sebuah rumah sakit adalah adanya sejumlah orang atau personel yang secara bersamaan berada di rumah sakit, sehingga rumah sakit menjadi sebuah “gedung pertemuan” sejumlah orang/personel secara serempak, berinteraksi langsung ataupun tidak langsung mempunyai kepentingan dengan penderita-penderita yang dirawat di rumah sakit.

2.    Klasifikasi Rumah Sakit
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No 340/Menkes/PER/III/2010 Tentang Klasifikasi Rumah Sakit, bahwa Klasifikasi Rumah Sakit adalah pengelompokan kelas Rumah Sakit  berdasarkan fasilitas dan kemampuan pelayanan.

2.1 Klasifikasi Rumah Sakit Berdasarkan Fasilitas dan Kemampuan Pelayanannya

1.  Rumah Sakit Umum Kelas A harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 pelayanan medik spesialis dasar, 5 pelayanan spesialis penunjang medik, 12 pelayanan medik spesialis lain, dan 13 pelayanan medik subspesialis dasar, dengan jumlah tempat tidur minimal 400 buah.
2.  Rumah Sakit Umum Kelas B harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 pelayanan medik spesialis dasar, 4 pelayanan spesialis penunjang medik, 8 pelayanan medik spesialils lainnya, 2 pelayanan medik subspesialis dasar, dengan jumlah tidur minimal 200 buah.
3.  Rumah Sakit Umum Kelas C harus mempuanyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 pelayanan medik spesialis dasar, 4 pelayanan spesialis penunjang medik, dengan jumlah tempat tidur minimal 100 buah.
4.  Rumah Sakit Umum Kelas D harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 2 pelayanan medik spesialis dasar, dengan jumlah tempat tidur minimal 50 buah.

2.2            Klasifikasi Rumah Sakit Berdasarkan Jenis
1.  Rumah Sakit Umum
Rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit.
2.  Rumah Sakit Khusus
Rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyekit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ atau jenis penyakit,yang meliputi:
a.  Rumah Sakit Jantung
b.  Rumah Sakit Jiwa
c.   Rumah Sakit Kanker
d.  Rumah Sakit Ibu dan Anak
e.  Rumah Sakit Kusta
f.    Rumah Sakit Paru
g.  Rumah Sakit Telinga Hidung Tenggorokan
h.  Rumah Sakit Orthopedi
i.    Rumah Sakit Mata
j.    Rumah Sakit Ginjal
k.   Rumah Sakit Gigi dan Mulut
l.    Rumah Sakit Stroke
m. Rumah Sakit Ketergantungan Obat
n.  Rumah Sakit Penyakit Infeksi
o.  Rumah Sakit Bedah
p.  Rumah Sakit Bersalin
q.  Rumah Sakit Rehabilitasi Medik
r.    Rumah Sakit Kulit dan Kelamin

3.    Fungsi Rumah Sakit
Menurut Undang-undang No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit menjelaskan bahwa rumah sakit mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.  Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.
2.  Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis.
3.    Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dan pemberian pelayanan kesehatan.
4.    Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan.


sumber : KTI Hanna VG